Gelisah Ku


Aku seperti semakin sadar akan sesuatu hal, begitu lemahnya aku melihat dunia ini dunia yang seharusnya aku lemahkan. Dunia yang makin banyak poster di sana – sini. Banyak orang bodoh ngantri tiket film sedih – sedih di bioskop, aku juga ngantri, berarti aku juga bodoh. 1 2 3 jam dan akhirnya aku disuruhnya pergi pulang. Seperti tidak ada penghargaan sama sekali.

Sudah beberapa minggu dari terakhir dia bilang sayang. Setelah itu ga ada sama sekali. Kalau boleh aku bilang aku kangen kata – kata itu. Baru saja, baru sekitar 1jam lalu perasaan ku hancur rasanya, aku pikir ga bakal aku tulis di sini karena terlalu panjang.
Sendirian dulu sepertinya harus, mungkin dia juga males aku ganggu.

Terimakasih buat Tuhan, Bapa ku, atas penyertaan dan otak supaya aku terus mampu berpikir rasional.

One thought on “Gelisah Ku”

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s