Wates Kulonprogo Kota Gelap


Sampai kapan Wates berkembang menjadi sebuah kota yang gelap, tanpa cahaya. Wates pada malam hari adalah sebuah desa yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN. Kota yang mejadi ibukota kabupaten seharusnya mencerminkan keseluruhan kota di dalamnya, tetapi kegelapan telah menjadi trademark Wates nampaknya. Sama sekali tidak enak dipandang. Jalanan di Wates pada malam hari tidak lebih seperti kawasan angker yang disamping kanan kiri jalan bersiap kawanan perampok. Rawan kecelakaan.
Apakah Kabupaten Kulon Progo sudah terlalu miskin sehingga membeli lampu penerang jalan menjadi hal yang teramat sulit. Ataukah uang itu sebenarnya ada namun hilang dimakan manusia-manusia kehausan dana. Jika ini memang benar, sangatlah tragis bagi kota bernama Wates. Kota yang sangat tertinggal. Kalau masalah lampu ini tidak bisa Pak Toyo(Bupati) tanggulangi lebih baik mundur. Biarkan tukang-tukang lampu turun tangan, supaya diganti dengan lampu teplok atau sejenisnya.
Wates (Kulonprogo) selalu tertinggal dalam segala hal dari kabupaten lainnya di kawasan DIY. Sudah menjadi mental masyarakat Wates yang sulit untuk berkembang. Mental Sang Bupati juga sepertinya !!

5 thoughts on “Wates Kulonprogo Kota Gelap”

  1. haha ..
    setuju lang ..
    prnh lewat kebumen lg gag ?
    kebumen aja berkembang pesat ..
    bukan ibukota kabupaten pdhl ..
    setiap aku prgi balik dr kebumen ke purwokero naik travel , pasti org2 byk yg blg *kebumen brkembang cepat ya*
    hehe

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s