Fikir Lebih Dalam


Aku mengerti sekarang bahwa sebuah perasaan meledak ledak ketika kita menerimanya. Saat itu lah kita ini menjadi manusia manusia kuat yang berfikir bahwa halangan bukan merupakan sebuah rintangan yang perlu dikhawatirkan. Namun, waktu waktu ini aku sadar betapa besar rintangan itu, semakin hari semakin besar rasanya. Aku lihat masalah ini terkulai, membiru seolah-olah mati, tapi tanpa aku sadari ia tetap hidup menghimpun kekuatan yang suatu saat melawan menghamburkan kekuatan yang begitu dasyatnya. Ia tidak diam karena aku telah mengalahkannya, tapi ia diam dengan sebuah alasan supaya aku memfikirkannya. Dari ketinggian diujung sana ia mengintai, mengawasi setiap langkah supaya jalan terbaik yang aku ambil, dan jika bukan jalan terbaik yang aku pilih maka ia dengan kekuatan yang sangat besar akan menyerang kemudian sakit ku seakan tidak berujung. Ini soal waktu, pohon makin besar semakin tinggi, seorang bayi semakin lama semakin bertambah berat badannya, lalu aku semakin hari semakin jelas bahwa umur semakin bertambah, aku (dan km yang sebentar lagi menjemputku) tidak ingin berakhir tragis. Tidak mudah seperti mengiris agar agar dengan pisau daging, ini sangat sulit dan mungkin menjadi kotoran yang aku bawa mati karena aku mengecewakanmu. Tapi aku percaya bahwa apa yang aku ambil adalah negatif yang kelak menuju positif, semoga Tuhan menyertaimu.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s