Suatu Hari Nanti


Suatu hari, seorang anak laki-laki pergi ke tempat yang sama sekali belum ia kenal. Jauh ke suatu tempat yang berbeda dari tempat selama ini ia tinggal. Sebuah tempat yang akan menjadi saksi dan membawanya masuk lebih jauh ke dalam pola pikir yang selama bertahun-tahun ia tentang dari orangtuanya. Dengan bekal beberapa lembar kertas yang diperoleh selama 4 tahun, kemudian ia berangkat dengan kereta api.

Di sana, di tempatnya yang baru, seorang yang lapar dapat saja memakan sisa ampas nasi dari restoran padang, seorang dapat mencuri besi rangka jembatan untuk dijual kiloan. Di tempatnya yang baru seorang pemuda dapat membunuh untuk memiliki handphone teman karibnya, kemudian ia jual untuk membayar tunggakan kos. Betapa liar kehidupan di tempat barunya.

Tiap masa memiliki keunikan masing-masing. Masa kanak-kanak, masa dimana mainan adalah benda paling spektakuler yang pernah ada. Masa remaja, saat-saat cinta dan persahabatan menggelembung membesar terkadang menyempit. Lalu ketika ia beranjak menjadi pemuda, pikirannya tergiring menuju ke titik yang sebenarnya sangat mudah dipahami. Bagaimana ia menentukan masa depan dan yang paling penting dia lah masa depan bagi oranglain yang sekian lama berada disampingnya.

Jauh hari sebelum ia berangkat, tekatnya telah kokoh untuk menjadikan hidupnya tidak menjadi siklus standar dari hidup kemudian mati. Ia ingin hidupnya menjadi sesuatu yang menghasilkan manfaat bagi orang-orang terdekat, dan mati dengan tenang di tempat yang sangat ia sukai.

Pagi itu ia berjalan kaki. Bersiap menantang terik pagi yang menyorot menerpa punggungnya. Pukul 06.45.

Selamat pagi, saya guru di sekolah menengah dan mengajar Bahasa Indonesia.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s