Kenapa PSS Sleman


Saya terlahir dengan selera sepakbola memang. Pernah masuk SSB dan menjadi kapten di tim divisi 3 di kabupaten. Panampilan saya tidak terlalu buruk saat itu. Bercita cita menjadi pemain sepakbola profesional. Bertahan hidup, membangun keluarga dan membahagiakan orang tua dengan hobi yang saya tekuni akan menjadi pengalaman yang sangat luar biasa. Mungkin ini juga yang menjadi cita cita jutaan remaja dan pemuda saat ini. Sampai suatu saat, cita cita ini luntur karena hobi lain yang benar benar menyita waktu, dan saya anggap lebih potensial pada saat itu. Namun di saat hobi baru itu muncul, hobi lain yaitu menonton sepakbola di stadion tidak pernah luntur bahkan sampai saat ini. Waktu itu kandang PSS Sleman masih di Tridadi, karena belum pindah di stadion baru, Maguwoharjo. Sejak SMP di tahun pertama saya mulai mencintai tim ini sampai sekarang ketika saya berumur hampir 22 tahun.

Kecintaan terhadap sebuah tim sepakbola akan menjadi pengertian abstrak yang sulit saya jelaskan. Betapa ruginya saya membuang buang waktu untuk berteriak teriak di stadion, betapa bodohnya saya untuk memohon gol kepada orang orang yang tidak saya kenal persis. Menghamburkan uang untuk menemani tim kebanggaan berlaga di luar kota. Beberapa hal yang menurut orang lain konyol ini ternyata menjadi sangat masuk akal untuk saya pribadi. Semua adalah tentang cinta, cinta yang juga telah kalian kenal sejak lama.

2 thoughts on “Kenapa PSS Sleman”

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s